"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal" (Q.S. Al-Anfal 8:2)

Sunday, November 26, 2006

Rasulullah SAW bersabda,”Jika kau membaca 2 kalimah syahadah dengan sekali keyakinan saja, maka surga akan menantimu”.
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita yang mambuka auratnya atau bahkan mengenakan pakaian yang ketat, tidak akan mencium wanginya surga selama lebih dari 500 tahun”.
Rasulullah SAW bersabda, “Aku hanya mengutuk 3 jenis orang;
1.Yang tidak menjaga orang tua mereka ketika tua
2.Yang tidak mengambil hikmah dari bulan Ramadhan yang diberkahi
3.Yang tidak mengucapkan ‘Salallahu-Alaihi-Wa-Aalihi-Wasallam’ ketika namaku disebutkan“.


sumber dari kiriman message di friendster

Delapan nasihat Umar bin Khattab ra
1. barangsiapa meninggalkan ucapan yang tidak perlu, maka dia akan diberi hikmah
2. barangsiapa meninggalkan penglihatan yang tidak perlu, maka dia akan diberi kekhusyu'an dalam hati
3. barangsiapa meninggalkan makan yang berlebihan, maka dia diberi kenikmatan beribadah
4. barangsiapa meninggalkan tertawa yang berlebihan, maka dia akan diberi kewibawaan
5. barangsiapa meninggalkan humor, maka dia akan diberi kehormatan
6. barangsiapa meninggalkan cinta duniawi, maka dia akan diberi kecintaan kepada akhirat
7. barangsiapa meninggalkan perhatiannya kepada aib orang lain, maka dia akan diberi kemampuan untuk memperbaiki aibnya sendiri
8. barangsiapa meninggalkan penelitian tentang bagaimana wujud Allah, maka dia akan terhindar dari nifaq"
Rasulullah SAW bersabda:
"Manisnya iman tidak akan merasuk ke dalam hati seseorang hingga dia mau meninggalkan sebagian ucapan karena takut dusta, meskipun dia itu jujur; dan mau meninggalkan sebagian sanggahan meskipun dia itu benar." (HR Dailami)
"Barangsiapa benar-benar bersabar dalam menghadapi masalah pangan yang amat sulit, niscaya Allah akan menempatkannya di surga Firdaus dan di dalamnya dia boleh memilih tempat dimana saja yang disukainya" (HR Abu Syaikh)
"Siapa yang tergiur memenuhi syahwatnya (yang haram) namun dia mampu untuk menolaknya dan lebih mengutamakan penolakannya daripada memenuhi keinginan dirinya, maka dosa-dosanya diampuni" (HR Daraquthni)
"Tidaklah seorang hamba mengucapkan suatu ucapan yang maksudnya hanya untuk membuat orang lain tertawa, melainkan sungguh dia telah jatuh ke dalam jurang yang ukuran dalamnya lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi; dan sungguh dia tergelincir karena ulah lisannya yang kadarnya lebih parah daripada ketergelinciran kedua kakinya" (HR Khara'ithi)
"Diam adalah akhlaq yang terbaik, barangsiapa suka humor, tentu dia akan disepelekan" (HR Dailami)
"Ada enam faktor yang bisa menghapus amal kebaikan: yaitu suka memperhatikan atau membicarakan aib orang lain, hati yang keras beku (tidak mau menerima nasihat orang lain), cinta keduniaan, kurang memiliki rasa malu, panjang angan-angan, da senantiasa berbuat zalim (kepada orang lain)" (HR Dailami)
(Nashaihul Ibad, Imam Nawawi al Bantani, IBS, 2005)

Thursday, November 09, 2006

saat kelopak mata terbuka dari keterpejamannya dimalam hari
diri ini mulai melangkahkan kaki menjalani hari yang harus dilalui
bagian dari scenario Illahi hingga tiba hari tuk kembali

begitu banyak persimpangan jalan yang terlihat
hendak kemana ku melangkahkan kaki
yang manakah jalan menuju kehadirat-Mu ya Illahi

kupilih satu dari sekian banyak persimpangan itu
tapi ku tak tahu kebenaran jalan yang telah ku lewati

ku terus melangkahkan kaki dan menjumpai kembali persimpangan yang harus kupilih
kupilih kembali satu persimpangan lalu kulalui jalan itu
harap hati jalan ini adalah jalan menuju Illahi

saat ini ku baru menyadari
setiap jalan yang ku lalui ternyata menjauhkanku dari Mu ya Illahi
sia-sia semua yang telah ku lalui
hancur sudah harapan dihati

ku kembali arungi hidup merubah arah tuk bisa menuju Mu Illahi
bertemu kembali dengan persimpangan yang harus aku hadapi
lalu kupilih satu dari sekian jalan itu yang harus ku lalui

berharap itu adalah jalan terbaik yang harus aku lalui
semakin jauh ku melangkahkan kaki
ternyata semakin jauh pula aku tersesat dalam kehidupan yang fana ini

ya Illahi kemanakah jalan yang harus aku lalui
jalan yang akan selalu mendekatkanku kepada-Mu
jalan yang selalu disinari oleh cahaya cinta-Mu

Wednesday, November 01, 2006

Ya Allah...
Begitu sulitnya diri ini tuk mengendalikan nafsu diri
Aku telah terbuai oleh nikmatnya dunia yang melupakan diri

Begitu besarnya nafsu diri telah menggerogoti jiwa ini ya Rabb
Yang membuat jiwa ini menjadi tidak tenang

Begitu luasnya selimut nafsu yang membungkus jiwa ini ya Rabb
sehingga jiwa ini selalu diliputi kegelisahan

Begitu lemahnya diri ini ya Rabb, yang tidak mampu membendung nafsu diri
Begitu bodohnya diri ini ya Rabb, yang membiarkan begitu saja nafsu menggerogoti hati

Ya Allahhu Ya Rahmaanu Ya Rahiim...
Hanya Engkaulah satu-satunya Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Selamatkanlah diri ini dari nafsu yang telah menggerogoti diri
sucikanlah jiwa ini dari selimut nafsu tebal yang membungkus diri

Ya Allahhu Ya Ghafur...
Ma'afkanlah segala kekhilafan diri ini yang selalu menuruti nafsu ini
Bukakanlah pintu magfirah-Mu atas kelemahan dan kebodohan diri ini yang terbelenggu nafsu diri

Ya Allah...
Berikanlah sedikit kehangantan cinta-Mu kedalam diri ini
Berikanlah secercah cahaya cinta-Mu tuk menghangatkan jiwa yang telah ternodai

Ya Allah...
Sungguh diri ini merindukan kasih-Mu
Sungguh diri ini ingin selalu berada di dekat-Mu

Ya Allah...
Tetesan air mataku ini mungkin begitu kotor tuk menjadi saksi atas ketulusan hatiku ini

Ya Allah...
Berkas air mengalir di pipi ini terlalu hina tuk menjadi bukti bahwa diri ini amat mendambakan cinta-Mu

Ya Allah...
Begitu kotor dan hinanya diri ini di hadapan-Mu
Hingga tak pantas diri ini tuk berjumpa dengan-Mu

Ya Allah Ya Tuhanku
Entah apa yang harus aku persiapkan tuk membuktikan betapa rindunya diriku tuk berjumpa dengan-Mu
Entah apa yang harus aku perlihatkan tuk membuktikan betapa besarnya aku mencintai-Mu
dan Entah dengan apa aku harus membuktikan ketulusan hati ku ini wahai Tuhanku

Ya Allah Ya Tuhanku
Janganlah Engkau menjauh dari ku atas segala kebodohan, kekhilafan, dan kekotoran jiwa ku ini
Dekatkanlah diri-Mu selalu disisiku wahai Tuhanku, karena itulah yang aku butuhkan saat ini

Semoga Engkau selalu mema'afkan segala kekhilafan diri ini
Semoga Engkau selalu menjaga diri ini dari segala yang merusak jiwa dan diri ini
Karena Engkaulah yang bisa menenangkan diri ini
Karena Engkaulah yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu di dunia ini
Dan karena Engkaulah Satu-satunya Tuhanku

Tuesday, October 31, 2006

Do'a dari buku Sentuhan Kalbu

Ya Allah....
Berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya,
Seperti yang Kau berikan pada Ibrahim dan keluarganya,
Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya,
Sebagaimana yang Kau berikan pada Ibrahim dan keluarganya,

Allahumu Ya Allah....
Tiada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang selain Engkau,
Engkau curahkan kasih-Mu kasih-Mu pada makhluk-Mu seakan-akan Engkau memerlukan mereka,
padahal Engkau sama sekali tidak memerlukan semua itu....

Tlah banyak karunia yang Engkau berikan kepadaku,
tlah banyak Engkau limpahkan rezeki-Mu padaku,
tak terhingga nikmat Engkau yang telah aku rasakan,
namun demikian, aku seringkali lalai mensukurinya,
aku seringkali membangkang pada-Mu....

Janganlah karena kealpaan itu Engkau murkai aku ya Allah,
janganlah Engkau campakkan dan jangan Engkau jauhi aku,
tapi teteskanlah Ya Allah seberkas cahaya-Mu pada hatiku,
karena tanpa bantuan-Mu mustahil aku dapat mensyukuri nikmat-nikmat-Mu,
mustahil aku dapat selalu taat kepada-Mu,
mustahil aku dapat menggunakan harta yang Engkau titipkan padaku sebagai sarana untuk pangabdian kepada-Mu....

Ya Allah hanya Engkau Yang Maha Kuat,
aku ini lemah ya Allah...
Tanpa bantuan-Mu tidaklah mungkin aku dapat mengalahkan setan dan hawa nafsu yang mengajak kepada kesesatan,
tanpa bantuan-Mu tidaklah mungkin aku dapat selalau tegar dalam mengabdi kepada-Mu,
tanpa petunjuk-Mu aku pasti akan tersesat Ya Allah....

Lindungilah aku dari perbuatan-perbuatan yang dapat mengotori jiwaku,
kuatkanlah imanku agar aku dapat tegar menghadapi segala cobaan-Mu ....

Wahai Tuhanku Yang Maha Agung ....

Jadikanlah cintaku kepada-Mu melebihi kecintaanku kepada selain-Mu,
jadikan rasa takutku kepada-Mu melebihi rasa takut kepada selain-Mu,
ingatkanlah selalu padaku akan tujuan Engkau menciptakan aku ...
Arahkanlah aku kepada jalan yang lurus,
sesuai dengan jalannya orang-orang yang telah Engkau berkahi,
bukannya jalan orang-orang yang telah Engkau murkai,
dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat ...

Ya Allah junjungan hati orang yang beriman ...

Terimalah ibadahku,
Terimalah shalatku,
Terimalah sedekahku,
Terimalah dzikirku ....

Ma'afkanlah bila ibadahku tercampur dengan riya'
Ampunilah bila amal shaleh yang aku lakukan tidak dengan seluruh keikhlasan hatiku ...

Ya Allah Yang Maha Pengasih ...
Janganlah Engkau hukum aku bila aku terlupa mengingat-Mu,
janganlah Engakau tinggalkan aku bila aku lalai mengagungkan-Mu,
dan jangan pula Engkau biarkan aku bila aku terperosok dalam perangkap kenikmatan dunia ....

Allahuma Ya Allah ...
Maksiat yang kulakukan tidaklah untuk menentang-Mu,
bukan pula karena mengabaikan siksa-Mu,
ataupun menantang hukum-Mu,
tetapi semata-mata karena kebodohan dan kelemahanku terjerat hawa nafsu belaka ...
Kasihani aku karena kelemahanku ini Ya Allah ...

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim ...

Aku bermohon pada-Mu,
penuhilah kalbuku dengan cinta dan rasa takut kepada-Mu,
dengan keyakinan dan keimanan pada-Mu,
serta dengan rindu dan rasa takut berpisah dengan-Mu ...
Bimbinglah agar aku dapat mengingkatkan akhlakku mengikuti akhlah Nabi-Mu yang mulia Muhammad S.A.W ...

Bantulah aku agar mampu bersyukur kepada-Mu ...

Allahuma Ya Allah ...
Engkau menampakkan kepadaku rasa kasih sayang-Mu dengan nikmat-nikmat-Mu,
tapi aku menimpalinya dengan dosa-dosa ...
Turun kepadaku kebaikan-Mu, naik kepada-Mu kejelekkanku ...
Malaikat senantiasa datang kepada-Mu membawa perbuatan-perbuatanku yang buruk,
tapi hal itu tidak mencegah-Mu untuk menyebarkan belas kasih-Mu dan menganugerahkan nikmat-Mu ...

Besar sudah bencanaku,
berlebihan sudah kejelekan keadaanku,
rendah benar amal-amalanku,
berat benar belenggu malasku,
dunia dengan tipu dayanya telah meperdayaiku,

Wahai jungjunganku ...
Aku bermohon pada-Mu dengan segala kekuasaan-Mu,
jangan Kau tutup doaku karena kejelekan amal dan perangaiku,
anugerahkan padaku manisnya ampunan-Mu, dan lezatnya magfirah-Mu,
Perbaiki shalatku dengan curahan anugerah-Mu,
keluarkan dari hatiku kecintaan pada dunia sebagaimana yang telah Engkau lakukan terhadap hamba-hamba pilihan-Mu sebelum aku ...

Wahai zat yang Paling Baik untuk dimintai pertolongannya...
Yang Paling Murah Pemberiannya...
Yang Paling Royal Kasih Sayangnya ...
Bawalah aku dalam bahtera keselamatan-Mu,
karuniailah aku kelezatan bermunajat kepada-Mu, curahkanlah kepadaku cinta-Mu,
cicipkanlah kepadaku manisnya kasih sayang-Mu,
tumbuhkanlah dalam hatiku kegemaran untuk taat kepada-Mu,
tuluskanlah niatku dalam beribadah kepada-Mu ...

Wahai Tuhanku yang menguasai seluruh alam semesta ...
Aku meminta-Mu dengan penuh tunduk, kerendahan dan kekhusukan ...
Ampunilah aku serta rahmatilah diriku ...

Ya Allah Yang Maha Pengatur dan Lagi Maha Suci ...
Jadikan aku hamba-Mu yang selalu rela dan puas dengan pemberian-Mu,
selalu rendah hati dalam bertingkah laku ...
Jadikan aku yang paling istimewa di antara orang yang menanti-Mu,
yang paling ikhlas dalam mengabdi kepada-Mu ...

Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun ...
Ampunilah dosa-dosa kedua orang tuaku, kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku semenjak aku masih dalam kandungan,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memelihara aku dengan penuh kasih sayang,
sayangilah mereka sebagaimana mereka mencintaiku,
berilah mereka petunjuk sebagaimana mereka telah mengajari aku,
dan lindungilah mereka dari gangguan nakhluk Engkau sebagaimana mereka membela aku bila aku didzalimi ...

Ya Allah Penguasa Hari Akhir ...
Aku sadar cepat atau lambat aku pasti kembali kepada Engkau dengan meninggalkan harta benda yang telah aku miliki,
meninggalkan anak-anakku yang aku cintai...
Aku sadar bahwa aku akan menghadapi sakaratulmaut,
pada saat itu bantulah aku agar dapat mengingat Engkau,
bantulah aku agar dapat mati dalam khusnul khatimah ...

Ya Allah ...
Berilah aku kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat,
hindarkan aku dari siksa kubur-Mu,
jauhkan tempatku kelak dari api neraka-Mu ...

Laa hawla wa laa quwwata illa billaah ...
Alhamdulillahirabbil'allamiin...

Saturday, October 21, 2006

Bismillahi Rahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Allahu…Akbar Allahu… Akbar Allahu…Akbar Allahu… Akbar

Laa Illaha Illahu Allahu Akbar

Allahu Akbar wa lillaahilham

Gemuruh takbir berkumandang dengan lantang dari setiap masjid dan rumah, menyerukan kebesaran Illahi Rabbi.

Sesungguhnya hanya Allahlah dzat yang Maha Kuasa, sedang kita adalah makhluk yang lemah.

Seruan itu menandakan telah perginya ramadhan-Mu dan telah datangnya syawal-Mu

Hari suci yang dinanti sebagai tanda kemenangan atas ujian yang telah dilalui.

Akankah diri ini berjumpa kembali dengan ramadhan yang dinanti

Ataukah ramadhan ini adalah yang terakhir untuk kita.

Di pagi yang suci ini, berbondong-bondong manusia bertakbir menyeru kebesaran Illahi, dan diwarnai dengan saling mengunjungi sanak family, tetangga, dan juga kerabat.

Ungkapan haru terdengar disana dan disini dengan saling menyeru dan saling mema’afkan diantara sesama.

Begitu indahnya di pagi yang suci, begitu banyak dosa yang dileburkan dihari yang dinanti.

Sungguh diri ini adalah diri yang penuh dengan dosa, yang tidak luput dari kekhilafan.

Diri yang selalu mengecewakan, diri yang selalu berbuat aniaya, diri yang selalu angkuh, sombong, melampaui batas, egois, diri yang selalu tidak jujur bahkan terhadap dirinya sendiri.

Begitu banyaknya kekhilafan diri ini, hingga tidak tahu lagi cara membayar kekhilafan ini.

Wahai saudaraku,

Ma’afkanlah diri ini yang selama ini tidak mempergunakan mulut dan lidah ini sebagai anugerah yang diberikan oleh Allah kepadaku, sehingga keluarlah perkataan yang selalu menyakiti hatimu, sehingga seringlah keluar perkataan yang tidak baik tentangmu, sehingga seringlah keluar perkataan ketidakjujuran kepadamu, sehingga keluarlah perkataan yang begitu banyak menyesatkan diriku dan juga dirimu sehingga diri ini dan engkau menjauh dari Allah.

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (Q.S Lukman : 6)

Sesungguhnya diri ini takut akan datangnya azab yang menghinakan dari Allah kepada orang-orang yang tidak menggunakan perkataannya dengan sebaiknya.

Ma’afkanlah diri ini atas segala perkataan yang tidak sepantasnya keluar dari mulut dan lidah ini wahai saudaraku.

Wahai saudaraku,

Begitu banyak kesombongan yang ada pada diri ini, begitu angkuhnya diri ini, dan begitu membanggakannya diri ini sehingga diri ini sering melupakanmu saudaraku.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Q.S Lukman :18)

Ma’afkanlah diri ini atas segala kesombongan diri ini yang telah membuatku melupakan mu saudaraku.

Wahai saudaraku,

Begitu banyak janji-janji yang keluar dari mulut dan lidah ini, tapi diri ini seringkali mengingkari janji-janji tersebut. Sungguh diri ini begitu banyak hutang kepada kalian.

Sungguh diri ini banyak sekali kebohongan dan keingkaran kepada kalian.

“dan sesungguhnya manusia menyaksikan (sendiri) keingkarannya” (Q.S Al-Aadiyaat:7)

Kini di hari yang suci yang diberkahi ini.

Ma’afkanlah diri ini saudaraku atas kekhilafan ku yang selalu ingkar dan berbohong padamu.

Wahai saudaraku,

Begitu banyak kenikmatan yang telah Allah berikan kepadaku, tapi karena keserakahanku aku melupakan bahwa engkaupun berhak atas kenikmatan itu. Karena keserakahanku aku begitu melupakanmu.

Berbeda dengan sahabat Rasul, yang lebih mendahulukan saudaranya yang lain dibandingkan dengan dirinya sendiri.

Begitu serakahnya diri ini sehingga melupakanmu, diri ini benar-benar telah melampaui batas

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S Al Alaq :6)

Ma’afkanlah diri ini atas segala keserakahan diri ini yang telah melupakan mu saudaraku.

Wahai saudaraku,

Jika diri ini melihat catatan amal perbuatan yang dicatat oleh malaikat, sungguh banyak kekhilafan yang telah dilakukan diri ini kepada kalian.

Begitu banyak kesalahan yang telah dilakukan diri ini pada kalian.

Akankan kalian mema’afkan setiap kekhilafan yang telah dilakukan diri ini ?

Ma’afkanlah setiap kekhilafan diri ini saudaraku.

Dan akupun telah mema’afkan setiap kesalahan kalian padaku.

Di hari yang suci ini, di pagi yang indah penuh bahagia ini, disela suara takbir yang berkumandang.

Kirainya engkau mau mema’afkan setiap kesalahan diri ini. Agar diri ini dapat kembali kepada keindahan kesucian sebagaimana diri ini telah dilahirkan kembali.

Seperti halnya kalian yang telah kembali kepada fitri selayaknya bayi yang baru dilahirkan.

Shiyamana Wa Shiyamakum


Allahu…Akbar Allahu… Akbar Allahu…Akbar Allahu… Akbar

Laa Illaha Illahu Allahu Akbar

Allahu Akbar wa lillaahilham

Ya Rabb

Begitu lantangnya seruan kebesaran akan diri-Mu

Yang keluar dari setiap rongga mulut setiap hamba-Mu

Mengingatkan kami akan kebesaran diri-Mu

Mengingatkan kami betapa lemahnya diri ini di hadapan-Mu

Ya Rabb

Telah sebulan kami telah melalui bulan Mu

Telah sebulan kami shaum melaksanakan perintah-Mu

Telah sebulan kami melaksanakan ujian dari-Mu

Telah sebulan kami mendapatkan tarbiyah dari-Mu

Ya Rabb

Apakah shaumku bermakna bagiku

Apakah shaumku bernilai dihadapan-Mu

Apakah hamba-Mu ini lulus dalam menjalani ujian-Mu

Apakah hamba mendapatkan kemuliaan dihadapan-Mu

Ya Rabb

Akankah diri ini kan berjumpa kembali dengan ramadhan-Mu

Ataukan ini adalah ramadhan terakhir untuk ku

Rasa rindu tuk kembali berjumpa dengan ramadhan-Mu

Semoga Engkau mengizinkan hamba tuk berjumpa kembali dengan ramadhan-Mu

Ya Rabb

Kini syawal-Mu kan datang menggantikan ramadhan-Mu yang tlah berlalu

Gema suara beduk lantang terdengar menyambut syawal-Mu

Sorak gembira berkumandang menyerukan kebesaran asma-Mu

Pantaskan diri ini berjumpa dengan syawal-Mu

Ya Rabb

Kau datangkan syawal teruntuk hamba-Mu yang lulus dalam ramadhan-Mu

Kau berikan kemenangan bari mereka yang lulus dalam ujian-Mu

Gelar taqwa Kau berikan bagi mereka yang lulus ujian-Mu

Kau jadikan mereka suci kembali laksana bayi yang baru lahir ke dunia-Mu

Ya Rabb

Apakah diri ini berhak mendapatkan kemuliaan-Mu setelah menyianyiakan ramadham-Mu

Ya Rabb

Apakah diri ini kan menjadi orang-orang yang menang dalam ujian-Mu

Ya Rabb

Apakah diri ini mendapatkan gelar kehormatan sebagai orang yang bertaqwa kepada-Mu

Ya Rabb

Apakah diri ini kan lahir suci kembali sebagaimana yang Engkau janjikan bagi mereka yang Engkau muliakan

Ya Rabb

Boleh jadi ramadhanku kali ini gagal menurut-Mu

Tapi hamba ingin tetap menjadi hamba yang bertaqwa pada-Mu

Boleh jadi ramadhan kali ini yang terakhir untuk ku

Maka muliakanlah hamba-Mu ini ya Rabb

Ya Rabb

Hanya Engkaulah yang mengetahui setiap gerak langkah ku

Hanya Engkaulah yang mengetahui segala isi hati ku

Semoga Engkau menerima segala ibadah ku

Semoga Engkau selalu meridhai setiap gerak langkah ku

Thursday, October 19, 2006

Kini Engkau pun harus pergi


Waktu yang hingga kini terus berputar
jarum jam yang hingga kini masih terus berdetak
hari-hari yang terus berlalu hingga kini tanpa kita sadari
hingga kini engkau pun harus pergi

rasa rindu yang belum lama terobati
kini hati ini begitu merindukan kembali
rasa bahagia yang belum lama ini begitu menyejukkan hati
kini diselimuti kesedihan karena perpisahan

begitu meruginya diri ini, disaat kau hadir diri ini menyia-nyiakan engkau
kini engkau hendak pergi, dan belum sempat terobati kerinduan ini
engkau berikan hadiah yang begitu indah saat kau hadir
tapi diri ini menghiraukan hadiah yang engkau berikan

kau berikan begitu banyak kenikmatan
kau tebarkan rahmat saat kau datang
kan berikan malam yang begitu indah dari seribu bulan
tapi diri ini menghiraukan semua itu

benarkan diri ini merindukanmu
benarkan diri ini menantikan kedatanganmu
benarkan diri ini bahagia ketika engkau datang
tapi mengapa dengan diri ini

ketika diri ini mulai menyadari, kini engkau hendak pergi
masihkah ada secercah harapan tuh dapat kembali membenahi diri
masihkah ada kesempatan tuh dapat bertemu kembali
masihkah cukup usia ini tuk berjumpa kembali

dan akankah diri ini benar-benar merindukanmu ketika kau pergi
dan akankah diri ini benar-benar bahagia ketika engkau datang

ataukah itu hanyalah sebuah ungkapan yang senantiasa terucap
ataukah itu hanyalah sebuah angan-angan belaka
tanpa pernah ku sadari bahwa aku tak pernah merindukanmu
tanpa pernah ku sadari bahwa aku tak mengharapkan kedatanganmu

kini engkau pun hendak pergi
entah rasa apa dalam diri ini
apakah sebuah kerinduan tuk berjumpa kembali
ataukah hanya perasaan hampa yang menyelimuti hati

semoga diri ini benar-benar merindukanmu
semoga setiap tetes air mata ini dapat menjadi saksi kerinduanku tuk berjumpa denganku

sampai berjumpa kembali ramadhan ku, jika cukup usiaku

Belajarlah Lupa

Oleh : Amri Knowledge Entrepreneur




"Namun demikian, kita sangat jarang untuk mengikuti teknik belajar lupa, dan bahkan sampai sekarang belum ada kursus teknik belajar lupa."

Alhamdulillah, sejak kecil kita sudah dilatih untuk belajar teknik-teknik mengingat, dan hasilnya luar biasa, yaitu kita punya kemampuan mengingat dalam waktu lama. Walaupun, masih saja ada yang lupa.

Namun demikian, kita sangat jarang untuk mengikuti teknik belajar lupa, dan bahkan sampai sekarang belum ada kursus teknik belajar lupa. Dampaknya adalah kita sering mengingat hal-hal yang produktif maupun yang tidak produktif dalam waktu lama. Kenyataan dilapangan yang sangat mengejutkan adalah justru kita sangat punya keahlian untuk mengingat-ingat banyak hal yang membebani kehidupan dalam waktu bertahun-tahun.

Sekarang kita hampir memasuki hari raya Idhul Fitri dan ini salah satu kesempatan yang luar biasa untuk silaturahim. Islam memandang penting jalinan tali silaturahim. Rasulullah SAW bersabda, yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah ''
Yang paling cepat dapat mendatangkan kebaikan adalah balasan
(pahala) orang yang berbuat kebajikan menyambungkan tali silaturahim,sedangkan yang paling cepat mendatangkan kejahatan ialah balasan (siksaan)orang yang berbuat jahat dan memutuskan hubungan kekeluargaan
.''

Berbicara tentang 'menyambungkan' adalah suatu proses kesungguhan secara aktif dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Maka, Rasulullah SAW bersabda, ''
Yang disebut bersilaturahim itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahim itu ialah menyambungkan apa yang terputus.'' (HR Bukhari).




Apabila seseorang berkunjung kepada kita, kemudian kita membalas mengunjunginya, ini hal biasa, sebab tidak memerlukan perjuangan yang gigih. Sebab bisa jadi hal itu dilakukan karena kita merasa berutang budi atas kunjungannya.

Tantangan yang sangat menarik adalah, apabila seseorang yang pernah akrab, kemudian terputus karena sesuatu hal, lalu dengan sengaja kita kunjungi walaupun harus menghadapi berbagai perjuangan secara mental psikologis,
jarak cukup jauh, memerlukan biaya dan memakan waktu, maka di sinilah makna silaturahim akan sangat kita rasakan. Karena perlu perjuangan panjang.

Ada kondisi mental yang harus kita latih terus menerus agar punya kemampuan untuk menyambungkan tali silaturahim adalah ”Belajar lupa ” yaitu melupakan prilaku-prilaku buruk orang lain kepada kita dan juga melupakan jasa-jasa baik kita kepada orang lain.

Sahabat CyberMQ

Ada teknik sederhana, namun insya Allah berdampak luar biasa, agar kita bisa belajar lupa yaitu tulis dalam kertas orang-orang yang pernah menyakiti kita atau tulis jasa-jasa kita kepada orang lain. Setelah itu,buang saja. Bisa dibakar, dibuang di laut atau bisa dalam bentuk apa saja, asal data itu bisa hilang.

Berani hadapi tantangan menyambung tali silaturahim? Yaitu menyambung silaturahim pada orang-orang yang memutuskan. Caranya,belajarlah lupa !!! Bagaimana pendapat sahabat.

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail :
amri@mq.co.id



sumber asli

Wednesday, October 18, 2006

Subhanallah ya Rabb. pada hari ini Engkau telah memberikan sebuah anugerah yang sangat luar biasa pada hamba.
sebuah kepuasan yang tiada taranya.
setelah selama 10 hari ini menguras banyak tenaga dan juga pikiran, maka pada hari ini Engkau berikan suatu kenikmatan.

semoga apa yang telah kami lakukan saat ini, merupakan ibadah yang bernilai dihadapan-Mu ya Rabb.
dan semoga Ibadah kami ini bermakna bagi diri kami sendiri ya Rabb.

Engkaulah Tuhan yang Maha Kuasa yang mampu menciptakan segala sesuatu hanya dalam sekejab mata,
Engkau pulalah Tuhan yang Maha Berkehendak, yang dengan kehendak itu Engkau dapat mengizinkan sesuatu terjadi.

Engkaulah Tuhan yang Maha Pengasih yang hingga saat ini Engkau masih tetap memberikan karunia-Mu kepada kami.

Semoga Engkau selalu meridhoi setiap langkah kaki ini dan setiap gerak dari tubuh ini yang selalu berjalan mendekat kepada-Mu