"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal" (Q.S. Al-Anfal 8:2)

Saturday, October 21, 2006

Bismillahi Rahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Allahu…Akbar Allahu… Akbar Allahu…Akbar Allahu… Akbar

Laa Illaha Illahu Allahu Akbar

Allahu Akbar wa lillaahilham

Gemuruh takbir berkumandang dengan lantang dari setiap masjid dan rumah, menyerukan kebesaran Illahi Rabbi.

Sesungguhnya hanya Allahlah dzat yang Maha Kuasa, sedang kita adalah makhluk yang lemah.

Seruan itu menandakan telah perginya ramadhan-Mu dan telah datangnya syawal-Mu

Hari suci yang dinanti sebagai tanda kemenangan atas ujian yang telah dilalui.

Akankah diri ini berjumpa kembali dengan ramadhan yang dinanti

Ataukah ramadhan ini adalah yang terakhir untuk kita.

Di pagi yang suci ini, berbondong-bondong manusia bertakbir menyeru kebesaran Illahi, dan diwarnai dengan saling mengunjungi sanak family, tetangga, dan juga kerabat.

Ungkapan haru terdengar disana dan disini dengan saling menyeru dan saling mema’afkan diantara sesama.

Begitu indahnya di pagi yang suci, begitu banyak dosa yang dileburkan dihari yang dinanti.

Sungguh diri ini adalah diri yang penuh dengan dosa, yang tidak luput dari kekhilafan.

Diri yang selalu mengecewakan, diri yang selalu berbuat aniaya, diri yang selalu angkuh, sombong, melampaui batas, egois, diri yang selalu tidak jujur bahkan terhadap dirinya sendiri.

Begitu banyaknya kekhilafan diri ini, hingga tidak tahu lagi cara membayar kekhilafan ini.

Wahai saudaraku,

Ma’afkanlah diri ini yang selama ini tidak mempergunakan mulut dan lidah ini sebagai anugerah yang diberikan oleh Allah kepadaku, sehingga keluarlah perkataan yang selalu menyakiti hatimu, sehingga seringlah keluar perkataan yang tidak baik tentangmu, sehingga seringlah keluar perkataan ketidakjujuran kepadamu, sehingga keluarlah perkataan yang begitu banyak menyesatkan diriku dan juga dirimu sehingga diri ini dan engkau menjauh dari Allah.

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (Q.S Lukman : 6)

Sesungguhnya diri ini takut akan datangnya azab yang menghinakan dari Allah kepada orang-orang yang tidak menggunakan perkataannya dengan sebaiknya.

Ma’afkanlah diri ini atas segala perkataan yang tidak sepantasnya keluar dari mulut dan lidah ini wahai saudaraku.

Wahai saudaraku,

Begitu banyak kesombongan yang ada pada diri ini, begitu angkuhnya diri ini, dan begitu membanggakannya diri ini sehingga diri ini sering melupakanmu saudaraku.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Q.S Lukman :18)

Ma’afkanlah diri ini atas segala kesombongan diri ini yang telah membuatku melupakan mu saudaraku.

Wahai saudaraku,

Begitu banyak janji-janji yang keluar dari mulut dan lidah ini, tapi diri ini seringkali mengingkari janji-janji tersebut. Sungguh diri ini begitu banyak hutang kepada kalian.

Sungguh diri ini banyak sekali kebohongan dan keingkaran kepada kalian.

“dan sesungguhnya manusia menyaksikan (sendiri) keingkarannya” (Q.S Al-Aadiyaat:7)

Kini di hari yang suci yang diberkahi ini.

Ma’afkanlah diri ini saudaraku atas kekhilafan ku yang selalu ingkar dan berbohong padamu.

Wahai saudaraku,

Begitu banyak kenikmatan yang telah Allah berikan kepadaku, tapi karena keserakahanku aku melupakan bahwa engkaupun berhak atas kenikmatan itu. Karena keserakahanku aku begitu melupakanmu.

Berbeda dengan sahabat Rasul, yang lebih mendahulukan saudaranya yang lain dibandingkan dengan dirinya sendiri.

Begitu serakahnya diri ini sehingga melupakanmu, diri ini benar-benar telah melampaui batas

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S Al Alaq :6)

Ma’afkanlah diri ini atas segala keserakahan diri ini yang telah melupakan mu saudaraku.

Wahai saudaraku,

Jika diri ini melihat catatan amal perbuatan yang dicatat oleh malaikat, sungguh banyak kekhilafan yang telah dilakukan diri ini kepada kalian.

Begitu banyak kesalahan yang telah dilakukan diri ini pada kalian.

Akankan kalian mema’afkan setiap kekhilafan yang telah dilakukan diri ini ?

Ma’afkanlah setiap kekhilafan diri ini saudaraku.

Dan akupun telah mema’afkan setiap kesalahan kalian padaku.

Di hari yang suci ini, di pagi yang indah penuh bahagia ini, disela suara takbir yang berkumandang.

Kirainya engkau mau mema’afkan setiap kesalahan diri ini. Agar diri ini dapat kembali kepada keindahan kesucian sebagaimana diri ini telah dilahirkan kembali.

Seperti halnya kalian yang telah kembali kepada fitri selayaknya bayi yang baru dilahirkan.

Shiyamana Wa Shiyamakum


0 Comments:

Post a Comment

<< Home