"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal" (Q.S. Al-Anfal 8:2)

Friday, October 06, 2006

Saat malam-malam, dan saat itu aku baru abis beli makan, dan dikantong itu hanya ada uang beberapa saja karena sedang tidak punya uang. Ketika dalam perjalanan ke lab. dan ketika sampai digerbang waktu hendak melewati gerbang. Tiba-tiba terdapat seorang anak yang menghampiriku.

"Kak...kak... boleh minta uang ngak kak buat ongkos pulang?" kata anak itu
"Ma'af dek aku lagi ngak ada uang" jawabku waktu itu sambil melangkahkan kaki menjauhi anak itu.

Ketika kaki melangkah, terbesit fikiran ya Rabb, ada apa dengan diri ini ya Rabb.
begitu kikirnya diri ini ya Rabb disaat Engkau memberikan kesempatan pada diri ini tuk menafkahkan sebagian rizki ini, tapi diri ini malah melewatkannya begitu saja.
ada seorang anak yang hanya meminta sedikit rizki tuh bisa pulang ke rumahnya ya Rabb tapi diri ini mengacuhkan begitu saja, memang diri ini sedang tidak punya uang tapi bukankah Engkau telah menentukan rizki kepada setiap hamba-Mu
bukankah Engkau telah mencukupkan setiap kebutuhan hamba, tapi kenapa dengan diri ini ya Rabb.

Astagfirullahaladzim....Astagfirullahaladzim....Astagfirullahaladzim....

ya Rabb, begitu bodohnya diri ini yang telah melewatkan begitu saja kesempatan yang telah Engkau berikan ya Rabb. Begitu pelitnya diri ini ya Rabb.
Entah apakah Engkau akan memberikan kesempatan yang sama tuk kedua kalinya pada hamba ya Rabb.

Begitu banyak rizki, nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba ya Rabb, tapi diri ini hanyalah mengkufuri setiap nikmat yang telah Engkau berikan ya Rabb, diri ini tidak mensyukiri atas segala nikmat yang Engkau berikan ya Rabb.

ya Rabb, hamba mohon kepada-Mu, berikanlah kesempatan itu tuk yang kedua kalinya ya Rabb. mungkin saat ini hamba melupakan tuk menafkahkan rizki hamba ya Rabb, dan saat ini hanya perasaan bersalah dalam diri hamba ya Rabb, saat ini hanya ada penyesalan yang ada ya Rabb.

semoga Engkau memberikan kesempatan yang kedua kalinya kepada hamba ya Rabb, tuk dapat membuktikan kepada-Mu bahwa hamba dapat mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan, bahwa hamba mampu menafkahkan rizki yang telah Engkau turunkan kepada hamba ya Rabb.

ma'afkanlah diri ini ya Rabb.
ampunkanlah diri ini ya Rabb.
dan janganlah Engkau menjauh dari hamba ya Rabb.
dekatkanlah hamba selalu pada-Mu ya Rabb.
hamba rindu tuk selalu dekat dengan-Mu ya Rabb.
semoga setiap tetesan air mata yang mengalir saat ini menjadi bukti penyesalan hamba akan kekhilafan hamba saat ini ya Rabb.
hamba memohon belas kasih-Mu, memohonkan Maghfirah-Mu, dan memohon kepada-Mu tuk memberikan kesempatan yang kedua kalinya kepada hamba. Amin

tak terasa saat mulai berjalan menjauhi anak itu hingga doapun selesai terucap, gerbang pintu ke jurusanpun telah didepan mata.

dan sujud malampun hamba masih meminta belas kasih-Mu ya Rabb, memohon Engkau mema'afkan hamba yang penuh dengan khilaf, memohon belas kasih-Mu tuk memberikan kesempatan yang kedua kalinya.

hingga hari pun berlalu, minggu pun berlalu. hingga pada suatu saat. hari itu tiba. hari yang membuat air mata bahagia itu menetes membasahi pipi ini.

suatu kebahagiaan yang sungguh tak ternilai harganya.
saat itu disaat yang sama setelah hamba membeli makanan dan sedang menuju ke lab.
dan disaat melewati gerbang dengan suasana kaget saat itu karena tiba-tiba terdapat seorang anak yang dulu... anak yang dulu meminta uang tuk ongkosnya pulang.

dan saat itu diapun meminta hal yang serupa, anak itu muncul kembali setelah beberapa minggu kejadian waktu itu.

dan saat itu juga aku bertanya ke anak itu
"mang rumahnya dimana ?"
"di jalan .................(soalnya lupa)" jawab anak itu
"oOo...., klo dari sini emang naek angkot apa?" tanya ku
"naek angkot yang itu......, kak klo ngak percaya naekin saya ke angkot itu aja deh trus bayarin" kata anak itu
trus aku tanya "mang klo dari sini butuh ongkos berapa"
"klo tadi pagi sih rame-rame berangkatnya sama temen, naek bisa cuman 10 ada 5 orang" jawabnya

dan saat itu juga aku berikan anak itu uang untuk ongkosnya pulang, dan anak itu justru bertanya kepadaku
"kak ini uangnya apa ngak kelebihan"
"ngak apa-apa buat kamu aja" jawabku

saat itu Subhanallah begitu tenang hati ini ya Rabb, begitu bahagianya hati ini ya Rabb.
karena Engkau telah memberikan kesempatan yang kedua kalinya kepada hamba.
karena Engkau telah mengabulkan permohonan hamba ya Rabb.
Puji syukur hamba hanya kepada-Mu ya Rabb.
begitu mulianya Engkau ya Rabb, yang masih mau mendengarkan diri ini yang penuh dengan kehinaan,
masih mendengarkan diri ini yang penuh dengan kekhilafan, masih mau mendengarkan doa dari diri ini yang selalu melupakan-Mu.
sungguh malam ini adalah karunia-Mu yang sangat berharga untuk hamba ya Rabb.
sungguh malam ini adalah malam yang berharga buat hamba ya Rabb.

hamba telah memenuhi janji hamba ya Rabb, jika Engkau memberikan kesempatan kepada hamba untuk yang kedua kalinya InsyaAllah hamba tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau berikan itu ya Rabb.

begitu maha besarnya Engkau ya Rabb.
begitu maha bijaknya Engkau ya Rabb.
malam ini tetesan aira mata ini sangatlah berbeda dari malam sebelumnya ya Rabb.
malam ini tetesan ini merupakan tetesan air mata bahagia karena Engkau mendengarkan permohonan hamba.

dan semoga dengan kejadian ini Engkau selalu berada di dekat hamba ya Rabb.
dan semoga dengan kejadian ini hamba mampu menjadi hamba-Mu yang selalu mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba ya Rabb,
dan semoga dengan kejadiaan ini hamba mampu menjadi hamba yang dermawan dalam menafkahkan rizki hamba ya Rabb.

hanya kepada-Mu lah hamba menyembah, hanya kepada-Mu lah hamba memohon, hanya kepada-Mu lah hamba mengadu, hanya kepada-Mu lah hamba kan kembali.

ma'afkanlah segala kekhilafan diri ini ya Rabb.
lindungilah diri ini dari segala perbuatan tercela,
lindungilah diri ini dari segala perbuatan yang dapat menjauhkan hamba dari Mu ya Rabb.
jagalah diri ini ya Rabb.

Karena sesungguhnya hanya Engkaulah Tuhan hamba.


*kisah ini terjadi telah beberapa bulan yang lalu dan sudah tidak ingat kapan waktu itu terjadi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home